Sumber foto: DEMA UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Batusangkar, Kamis 20 Februari 2025 – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggelar konsolidasi terbuka dengan mengundang seluruh organisasi mahasiswa (Ormawa) UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Acara ini mengusung tema ”Indonesia Kelam (Gelap) dan Darurat Pendidikan” dan berlangsung di Sekretariat DEMA UIN Mahmud Yunus Batusangkar dari pukul 13.00 hingga 17.30 WIB.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum DEMA UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Afdal Fatoni, serta dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Ormawa di lingkungan kampus. Konsolidasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran mahasiswa dan mendorong keterlibatan mereka dalam memperjuangkan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Selama berlangsungnya forum, para peserta menyampaikan berbagai pandangan dan pendapat mengenai kebijakan yang dikeluarkan dalam 100 hari pertama kepemimpinan Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Afdal Fatoni selaku presiden mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan dan calon pemimpin masa depan harus menyuarakan isu-isu ini dengan data dan informasi yang valid. Ia juga menekankan pentingnya bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam efisiensi anggaran yang berpotensi berdampak pada berbagai instansi, termasuk institusi pendidikan.

Salah satu topik utama yang dibahas dalam konsolidasi ini adalah program unggulan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni Makan Bergizi Gratis. Program ini menjadi sorotan karena dinilai memiliki implikasi luas bagi sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial. Sebagai bentuk penyemangat dalam perjuangan mahasiswa, Ketua Umum DEMA UIN Mahmud Yunus Batusangkar periode 2025 memimpin pekikan kalimat sakral yang berbunyi:

Salam Cinta Satu Perjuangan!
HIDUP MAHASISWA!

Untuk Orang-orang yang Kita Perjuangkan Hak-haknya!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Dan untuk Pejuang yang Telah Melahirkan Generasi Penerus Bangsa!
HIDUP PEREMPUAN-PEREMPUAN INDONESIA!

Konsolidasi terbuka ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah serta berperan aktif dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat. Acara ini resmi ditutup dengan harapan adanya sinergi yang lebih kuat antara mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan perubahan yang lebih baik.